BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Penelitian sejarah dapat dilihat
dari segi perspektif sejarah/historis, serta waktu terjadinya fenomena-fenomena
yang diselidiki. Banyak ahli yang mempersamakan metode sejarah dengan
metode dokumenter, karena dalam metode sejarah banyak data yang didasarkan pada
dokumen-dokumen. Metode sejarah tidak sama dengan metode dokumenter, karena
metode dokumenter dapat saja mengenai masalah maslah kini dan tidak perlu
mengenai masalah lalu. Penelitian sejarah menggunakan catatan observasi atau
pengamatan catatan observasi atau pengamatan orang lain yang tidak dapat
diulang-ulang kembali.
Peninggalan-peninggalan
manusia dari masa lampau disebut sebagai sumber sejarah. Sumber Tertulis, Contoh: prasasti, kronik, babad,
hikayat, surat-surat, laporan, notulen rapat. Sumber Benda (Artefak), Contoh: Fosil, senjata,
peralatan hidup, perhiasan, prasasti, candi, stupa, foto, patung, nisan dan
bangunan. Sumber Lisan, Sumber lisan adalah keterangan
langsung dari pelaku atau saksi sejarah. Misal: saksi sejarah yang masih hidup
dari zaman pendudukan Jepang, awal kemerdekaan,
peristiwa G 30 S/PKI.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Penelitian Sejarah
Sejarawan Inggris E.H. Carr (dalam
Gall, Gall & Borg, 2007), telah menjawab pertanyaan “What is
history?”. Sejarah adalah suatu proses interaksi yang terus-menerus
antara sejarawan dan fakta yang ada, yang merupakan dialog tidak berujung
antara masa lalu dan masa sekarang. Artinya sejarah adalah pengetahuan yang
tepat terhadap apa yang telah terjadi. Menurut Nevins (1933), sejarah adalah
deskrispsi yang terpadu dari kedaan-keadaan atau fakta-fakta masa lampau yang
ditulis berdasarkan penelitian serta studi yang kritis untuk mencari kebenaran.
Penelitian dengan menggunakan metode sejarah penyelidikan yang kritis terhadap
keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang
secara cukup teliti dan hati-hati bukti validitas dari sumber sejarah serta
interpretasi dari sumber- sumber keterangan tersebut.
Secara umum dapat dimengerti bahwa
penelitian sejarah merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi
informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Dengan kata
lain yaitu penelitian yang bertugas mendeskripsikan gejala, tetapi bukan yang
terjadi pada waktu penelitian dilakukan. Penelitian sejarah di dalam pendidikan
merupakan penelitian yang sangat penting atas dasar beberapa alasan. Penelitian
sejarah bermaksud membuat rekontruksi masa latihan secara sistematis dan
objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, mengverifikasikan serta
mensintesiskan bukti-bukti untuk mendukung bukti-bukti untuk mendukung fakta
memperoleh kesimpulan yang kuat. Dimana terdapat hubungan yang benar-benar utuh
antara manusia, peristiwa, waktu, dan tempat secara kronologis dengan tidak
memandang sepotong-sepotong objek-objek yang diobservasi.
Menurut E.H. Carr (dalam Gall, Gall
& Borg, 2007), penelitian sejarah sebagai proses sistematis dalam
mencari data agar dapat menjawab pertanyaan tentang fenomena
dari masa lalu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari
suatu institusi, praktik, tren, keyakinan, dan isu-isu dalam
pendidikan. Selain itu Jack. R. Fraenkel & Norman E. Wallen (dalam Yatim
Riyanto, 1996: 22), penelitian sejarah adalah penelitian yang secara eksklusif
memfokuskan kepada masa lalu. Penelitian ini mencoba merenkonstruksi apa yang
terjadi pada masa yang lalu selengkap dan seakurat mungkin, dan biasanya menjelaskan
mengapa hal itu terjadi. Dalam mencari data dilakukan secara sistematis agar
mampu menggambarkan, menjelaskan, dan memahami kegiatan atau peristiwa yang
terjadi beberapa waktu lalu. Sementara menurut Donald Ary dkk (Yatim Riyanto,
1996: 22) menyatakan bahwa penelitian sejarah adalah untuk menetapkan fakta dan
mencapai simpulan mengenai hal-hal yang telah lalu, yang dilakukan secara
sistematis dan objektif oleh ahli sejarah dalam mencari, mengvaluasi dan
menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru tersebut.
Berdasarkan pandangan yang
disampaikan oleh para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian
penelitian sejarah mengandung beberapa unsur pokok, yaitu: 1) Adanya proses
pengkajian peristiwa atau kejadian masa lalu (berorientasi pada masa lalu); 2)
Usaha dilakukan secara sistematis dan objektif; 3) Merupakan serentetan
gambaran masa lalu yang integrative anatar manusia, peristiwa, ruang dan waktu;
4) Dilakukan secara interktif dengan gagasan, gerakan dan intuiasi yang hidup
pada zamannya (tidak dapat dilakukan secara parsial).
B. Tujuan dan Ciri Penelitian
Sejarah
Tujuan penelitian sejarah adalah untuk memahami masa lalu,
dan mencoba memahami masa kini atas dasar persitiwa atau perkembangan di masa
lampau (Jhon W. Best, 1977 (dalam Nurul Zuriah 2005: 52). Sedangkan Donal Ary
(dalam Yatim Riyanto 1996: 23) menyatakan bahwa penelitian sejarah untuk
memperkaya pengetahuan peneliti tentang bagaiman dan mengapa suatu kejadian
masa lalu dapat terjadi serta proses bagaimana masa lalu itu menjadi masa kini,
pada akhirnya, diharapkan meningkatnya pemahaman tentang kejadian masa kini
serta memperolehnya dasar yang lebih rasional untuk melakukan pilihan-pilihan
di masa kini.
Berikutnya Jack R. Fraenkel dan Norman E. Wellen (Yatim
Riyanto 1996: 23) menyatakan bahwa para peneliti pendidikan sejarah melakukukan
penelitian sejarah dengan tujuan untuk: 1) Membuat orang menyadari apa yang
terjadi pada masa lalu sehingga mereka mungkin mempelajari dari kegagalan dan
keberhasilan masa lampau; 2) Mempelajari bagaiman sesuatu telah dilakukan pada
masa lalu, untuk melihat jika mereka dapat mengaplikasikan maslahnya pada masa
sekarang; 3) Membantu memprediksi sesuatu yang akan terjadi pada masa
mendatang; 4) Membantu menguji hipotesis yang berkenaan dengan hubungan atau
kecendrungan. Misalnya pada awal tahun 1990, mayoritas guru-guru wanita datang
dari kelas menengah ke atas, tetapi guru laki-laki tidak; 5) Memahami praktik
dan politik pendidikan sekarang secara lebih lengkap.
Dengan demikian, tujuan penelitian sejarah tidak ldapat
dilepaskan dengan kepentingan masa kini dan masa mendatang. Oleh karena
itu beberapa ciri-ciri khas dari metode sejarah adalah sebagai berikut: 1)
Metode sejarah lebih banyak menggantungkan diri pada data yang diamati orang
lain di masa-masa lampau; 2) Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada
data primer dibandingkan dengan data sekunder. Bobot data harus dikritik, baik
secara internal maupun secaraeksternal; 3) Metode
sejarah mencari data secara lebih tuntas serta menggali informasi yang lebih
tua yang tidak diterbitkan ataupun yang tidak dikutip dalam bahan acuan yang
standar; 4) Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang,
tempat dan waktu. Sumber tersebut harus diuji kebenaran dan ketulenannya. Fakta
harus dibenarkan oleh sekurang-kurangnya dua saksi yang tidak pernah
berhubungan.
C. Sumber Data pada Penelitian
Sejarah
Sumber dari sejarah yang merupakan data yang digunakan dalam
penelitian dengan metode sejarah dapat diklasifikasikan secara bermacam-macam.
Antara lain: remain, dokumen, sumber primer, sumber sekunder, materi fisik,
materi tulisan dan sebagainya.
D. Peranan Hipotesa pada
Penelitian Sejarah
Ada orang yang beranggapan bahwa hipotesa tidak diperlukan
dalam penelitian sejarah. Ini tidak benar. Seperti penelitian yang menggunakan
metode-metode lain, metode sejarah juga memerlukan adanya hipotesa sebagai
jawaban sementara dalam memecahkan masalah. Memang, jika kerja hanya untuk
memperoleh catatan-catatan masa lampau untuk kebutuhan masa sekarang, hipotesa
tikda diperlukan. Tetapi penelitian yang hanya sekedar mengumpulkan
catatan-catatan dan fakta-fakta masa lampau saja, bukanlah penelitian dalam
arti yang sesungguhnya, tetapi hanya merupakan sebagian kecil prosedur atau
step-step metode ilmiah dalam penelitian-penelitian sejarah. Seperti halnya
penelitian-penelitian lain, metode sejarah juga bermaksud untuk menemukan suatu
generalisasi yang akan menemukan pengertian-pengertian tentang
fenomena-fenomena dengan dimensi waktu, yang mana generalisasi itu mencakup
bukan saja masa lampau, tetapi juga tentang masa sekarang dan masa yang akan
datang. Karena itu, hipotesa dalam metode sejarah diperlukan sebagai titik
tolak dalam memfokuskan serta memandui kerja.
a. Jenis-jenis Penelitian Sejarah
Penelitian historis banyak sekali macamnya. Tetapi secara
umum, dapat dibagi atas empat jenis, yaitu: Penelitian Sejarah Komparatif,
Penelitian Yuridis atau Legal, Penelitian Biografis, dan Penelitian
Bibliografis.
b. Penelitian Sejarah Komparatif
Jika penelitian dengan metode sejarah dikerjakan untuk
membandingkan faktor-faktor dari fenomena-fenomena sejenis pada suatu periode
masa lampau, maka penelitian tersebut dinamakan penelitian sejarah komparatif.
Misalnya, ingin diperbandingkan sistem pengajaran di Cina dan Jawa, dan pada
masa kerajaan Majapahit. Dalam hal ini, si peneliti ingin memperlihatkan
unsur-unsur perbedaan dan persamaan dari fenomena-fenomena sejenis. Atau
misalnya seorang peneliti ingin membandingkan usaha tani serta faktor sosial
yang mempengaruhi usaha tani dari beberapa negara dan membandingkannya dengan
usaha tani Indonesia dalam tahap-tahap trend waktu zaman
pertengahan.
c. Penelitian Yuridis atau Legal
Jika dalam metode sejarah diinginkan untuk menyelidiki
hal-hal yang menyangkut dengan hukum, baik hukum formal ataupun hukum nonformal
dalam masa yang lalu, maka penelitian sejarah tersebut digolongkan dalam
penelitian yuridis. Misalnya peneliti ingin mengetahui dan menganalisa tentang
keputusan-keputusan pengadilan akibat-akibat hukum adat serta pengaruhnyha
terhadap suatu masyarakat pada masa lampau, serta ingin membuat generalisasi
tentang pengaruh-pengaruh hukum tersebut atas masyarakat, maka penelitian
sejarah tersebut termasuk dalam penelitian yuridis.
Penelitian Biografis
Metode sejarah yang digunakan untuk meneliti kehidupan
seseorang dan hubungannya dengan masyarakat dinamakan penelitian biografis.
Dalam penelitian ini, diteliti sifat-sifat, watak, pengaruh, baik pengaruh
lingkungan maupun pengaruh pemikiran dan ide dari subjek penelitian dalam masa
hidupnya, serta pembentukan watak figur yang diterima selama hayatnya.
Sumber-sumber data sejarah untuk penelitian biografis antara lain: surat-surat
pribadi, buku harian, hasil karya seseorang, karangan-karangan seseorang
tentang figur yang diselidiki ataupun catatan-catatan teman dari orang yang
diteliti tersebut.
d. Penelitian Bibliografis
Penelitian dengan metode sejarah untuk mencari, menganalisa,
membuat interpretasi serta generalisasi dari fakta-fakta yang merupakan
pendapat para ahli dalam suatu masalah atau suatu organisasi dikelompokkan
dalam Penelitian Bibliografis. Penelitian ini mencakup hasil pemikiran dan ide
yang telah ditulis oleh pemikir-pemikir dan ahli-ahli. Kerja penelitian ini
termasuk menghimpun karya-karya tertentu dari seorang penulis atau seorang
filosof dan menerbitkan kembali dokumen-dokumen unik yang dianggap hilang dan
tersembunyi seraya memberikan interpretasi serta generalisasi yang tepat
terhadap karya-karya tersebut.
E. Langkah-langkah Penelitian
Sejarah
Setelah menentukan topik penelitian selanjutnya meliputi
langkah-langkah sebagai berikut:
a.
Pemilihan Subyek yang akan Diteliti
Pertama yang harus dilakukan adalah menentukan topik
penelitian dengan tujuan agar dalam melakukan pencarian sumber-sumber sejarah
dapat terarah dan tepat sasaran.Pemilihan topik penelitian dapat didasarakan
pada unsur-unsur berikut ini:
§
Bernilai,
peristiwa sejarah yang diungkap
tersebut harus bersifat unik, kekal, abadi.
§
Keaslian
(Orisinalitas), peristiwa
sejarah yang diungkap hendaknya berupa upaya pembuktian baru atau ada pandangan
baru akibat munculnya teori dan metode baru
§
Praktis
dan Efesien, peristiwa
sejarah yang diungkap terjangkau dalam mencari sumbernya dan mempunyai hubungan
yang erat dengan peristiwa itu.
§
Kesatuan,
unsur-unsur yang dijadikan bahan
penelitian itu mempunyai satu kesatuan ide.
b.
Heuristik (Pengumpulan Data)
Heuristik merupakan langkah awal dalam penelitian sejarah
untuk berburu dan mengumpulkan berbagi sumber data yang terkait dengan masalah
yang sedeang diteliti.misalnya dengan melacak sumber sejarah tersebut dengan
meneliti berbagai dokumen, mengunjungi situs sejarah, mewawancarai para saksi
sejarah.
c.
Kritik (Verifikasi)
Kritik merupakan kemampuan menilai sumber-sumber sejarah
yang telah dicari (ditemukan). Kritik sumber sejarah meliputi kritik ekstern
dan kritik intern.
§
Kritik
Ekstern, kritik
ekstern di dalam penelitian ilmu sejarah umumnya menyangkut keaslan atau
keautentikan bahan yang digunakan dalam pembuatan sumber sejarah, seperti
prasasti, dokumen, dan naskah.Bentuk penelitian yang dapat dilakukan sejarawan,
misalnyatentang waktu pembuatan dokumen itu (hari dan tanggal) atau penelitian
tentang bahan (materi) pembuatan dokumen itu sndiri.Sejarawan dapat juga
melakukan kritik ekstern dengan menyelidiki tinta untuk penulisan dokumen guna
menemukan usia dokumen. Sejarawan dapat pula melakukan kritik ekstern dengan
mengidentifikasikan tulisan tangan, tanda tangan, materai, atau jenis hurufnya.
§
Kritik
Intern, kritik
Intern merupakan penilaian keakuratan atau keautentikan terhadap materi sumber
sejarah itu sendiri. Di dalam proses analisis terhadap suatu dokumen, sejarawan
harus selalu memikirkan unsur-unsur yang relevan di dalam dokumen itu sendiri
secara menyeluruh. Unsur dalam dokumen dianggap relevan apabila unsur tersebut
paling dekat dengan apa yang telah terjadi, sejauh dapat diketahui berdasarkan suatu
penyelidikan kritis terhadap sumber-sumber terbaik yang ada.
d.
Interpretasi (Penafsiran)
Interfretasi adalah menafsirkan fakta sejarah dan merangkai
fakta tersebut hingga menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Dari
berbagi fakta yang ada kemudian perlu disusun agar mempunyai bentuk dan
struktur. Fakta yang ada ditafsirkan sehingga ditemukan struktur logisnya
berdasarkan fakta yang ada, untuk menghindari suatu penafsiran yang semena-mena
akibat pemikiran yang sempit. Bagi sejarawan akademis, interfretasi yang
bersifat deskriptif sajabelum cukup. Dalam perkembangan terakhir, sejarawan
masih dituntut untuk mencari landasan penafsiran yang digunkan.
e.
Historiografy (Penulisan Sejarah)
Historiogray adalah proses penyusunan fakta-fakta sejarah
dan berbagai sumber yang telah diseleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah.
Setelah melakukan penafsiran terhadap data-data yang ada, sejarawan harus sadar
bahwa tulisan itu bukan hanya sekedar untuk kepentingan dirinya, tetapi juga
untuk dibavca orang lain. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan struktur dan
gaya bahasa penulisan nya. Sejarawan harus menyadari dan berusaha agar orang
lain dapat mengerti pokok-pokok pemikiran yang diajukan.
Bagan Langkah-langkah Penelitian Sejarah
Bila dilihat dari sifat, dan langkah penelitian sejarah,
maka ada 3 (tiga) hal yang menjadi bagian penting, yaitu:
§
Sumber
lisan, terbagi
atas:
sumber primer à Jika ada pelaku sejarah yang masih hidup,
dapat menceritakan pengalamannya secara langsung, ketika peristiwa sejarah itu
terjadi
sumber sekunder à Jika bukan pelaku, tetapi ia menyaksikan saat
terjadinya suatu peristiwa sejarah
§ Bukti, adanya kenyataan sejarah
§ Fakta, hipotesa, kesimpulan dari
penyelidikan dokumen-dokumen dan sumber sejarah, masih perlu kajian dan
penelitian lebih lanjut
F. Contoh Penelitian Sejarah
Judul :
Penelurusan komunisme di Indonesia Tahun 1945 hingga tahun
1965.
Perumusan masalah :
Apakah komunisme yang ada di masyarakat Indonesia merupakan
warisan penjajah atau kebudayaan asli ?
Heuristik (Pengumpulan Data)
Langkah awal dalam penelitian ini berburu dan mengumpulkan
berbagi sumber data yang terkait dengan masalah yang sedang diteliti, misalnya
dengan melacak sumber sejarah komunis di Indonesia dengan meneliti berbagai
dokumen, mengunjungi situs sejarah, mewawancarai para saksi sejarah.
Kritik (Verifikasi)
Kemampuan menilai sumber-sumber sejarah mengenai komunis di
Indonesia yang telah dicari (ditemukan). Kritik sumber sejarah meliputi kritik
ekstern dan kritik intern.
Interpretasi (Penafsiran)
Menafsirkan fakta mengenai komunis di Indonesia dan
merangkai fakta tersebut hingga menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk
akal. Fakta yang ada ditafsirkan sehingga ditemukan struktur logisnya
berdasarkan fakta yang ada, untuk menghindari suatu penafsiran yang semena-mena
akibat pemikiran yang sempit.
Historiografy (Penulisan Sejarah)
Proses penyusunan fakta-fakta sejarah komunis di Indonesia
dan berbagai sumber yang telah diseleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah
komunis di Indonesia. Perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasa
penulisannya, serta harus menyadari dan berusaha agar orang lain dapat
mengerti pokok-pokok pemikiran yang diajukan.
Pengumpulan data :
Analisis dokumen, wawancara dari sumber primer dan sumber
sekunder
Analisis data :
Cenderung melibatkan analisis yang logis, bukan analisis
statistika, kalau pun perlu statistika hanya sebatas statistic deskriptif
Kesimpulan :
Misalnya, tidak benar bahwa komunisme merupakan budaya
warisan penjajah yang menular pada bangsa kita.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
penelitian sejarah merupakan penelaahan serta sumber-sumber
lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara
sistematis. Dengan kata lain yaitu penelitian yang bertugas mendeskripsikan
gejala, tetapi bukan yang terjadi pada waktu penelitian dilakukan. Penelitian
sejarah di dalam pendidikan merupakan penelitian yang sangat penting atas dasar
beberapa alasan. Penelitian sejarah bermaksud membuat rekontruksi masa latihan
secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi,
mengverifikasikan serta mensintesiskan bukti-bukti untuk mendukung bukti-bukti
untuk mendukung fakta memperoleh kesimpulan yang kuat. Dimana terdapat hubungan
yang benar-benar utuh antara manusia, peristiwa, waktu, dan tempat secara
kronologis dengan tidak memandang sepotong-sepotong objek-objek yang
diobservasi.
Penelitian ini mencoba merenkonstruksi apa yang terjadi pada
masa yang lalu selengkap dan seakurat mungkin, dan biasanya menjelaskan mengapa
hal itu terjadi. Dalam mencari data dilakukan secara sistematis agar mampu
menggambarkan, menjelaskan, dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi
beberapa waktu lalu. Sementara menurut Donald Ary dkk (Yatim Riyanto, 1996: 22)
menyatakan bahwa penelitian sejarah adalah untuk menetapkan fakta dan mencapai
simpulan mengenai hal-hal yang telah lalu, yang dilakukan secara sistematis dan
objektif oleh ahli sejarah dalam mencari, mengvaluasi dan menafsirkan
bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Gall, Meredith D, Joyce P.
Gall & Walter R. Borg. 2007. Educational Research. USA: Pearson Education
Inc.
Zuriah, Nurul. 2005. Metodologi
Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Subana, M. dkk. 2005. Dasar-Dasar
Penelitian Ilmiah.Bandung : Pustaka Setia.
Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian
Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
J.T. Casino | Kansas City | Mohegan Sun | Casino Resort
BalasHapusWelcome 정읍 출장샵 to J.T. Casino, your premier online destination for gaming and 속초 출장샵 entertainment! Mohegan Sun offers 진주 출장안마 the 김제 출장안마 best 서울특별 출장샵 in entertainment, dining,